Rabu, 13 Desember 2017

30 ORANG YANG PERTAMA DALAM ISLAM

30 ORANG YANG
PERTAMA DALAM ISLAM

1. Orang yang pertama menulis
Bismillah :
*Nabi Sulaiman AS.*

2. Orang yang pertama minum air
zamzam :
*Nabi Ismail AS.*

3. Orang yang pertama berkhitan :
*Nabi Ibrahim AS*

4. Orang yang pertama diberikan
pakaian pada hari qiamat :
*Nabi Ibrahim AS.*

5. Orang yang pertama dipanggil
oleh Allah pada hari qiamat :
*Nabi Adam AS.*

6. Orang yang pertama mengerjakan sa'i antara Safa & Marwah :
*Sayyidatina Hajar*

7. Orang yang pertama dibangkitkan pada hari qiamat :
*Nabi Muhammad SAW.*

8. Orang yang pertama menjadi
Khalifah Islam :
*Abu Bakar As Siddiq RA.*

9. Orang yang pertama
menggunakan Kalender Hijriyyah :
*Umar bin Al-Khattab*

10. Orang yang pertama
meletakkan Jabatan khalifah
dalam Islam :
*Hasan bin Ali RA.*

11. Orang yang pertama
menyusukan Nabi Muhammad
SAW :
*Thuwaibah RA.*

12. Orang yang pertama syahid
dalam Islam dari kalangan lelaki :
*Haris bin Abi Halah*

13. Orang yang pertama syahid
dalam Islam dari kalangan wanita :
*Sumayyah binti Khabbat*

14. Orang yang pertama menulis
hadis di dalam kitab / lembaran :
*Abdullah bin Amru bin Al-Ash*

15. Orang yang pertama memanah
dalam perjuangan fisabilillah :
*Saad bin Abi Waqqas*

16. Orang yang pertama menjadi
muazzin dan menyerukan adzan: *Bilal bin Rabah*

17. Orang yang pertama sholat dengan Rasulullah SAW :
*Ali bin Abi Tholib*

18. Orang yang pertama membuat
mimbar masjid Nabi SAW :
*Tamim Ad-dary*

19. Orang yang pertama menghunus pedang dalam
perjuangan fisabilillah :
*Zubair bin Al-Awwam*

20. Orang yang pertama menulis
sejarah Nabi Muhammad SAW :
*Ibban bin Othman bin Affan*

21. Orang yang pertama beriman
dengan Nabi SAW :
*Khadijah bt Khuwailid.*

22. Orang yang pertama menggagas usul fiqh :
*Imam Syafi'i RH.*

23. Orang yang pertama membina
penjara dalam Islam:
*Ali bin Abi Tholib*

24. Orang yang pertama menjadi
raja dalam Islam :
*Muawiyah bin Abi Sufyan*

25. Orang yang pertama membuat
perpustakaan umum:
*Harun Ar-Rasyid*

26. Orang yang pertama
mengadakan baitulmal :
*Umar bin Khattab*

27. Orang yang pertama
menghafal Al-Qur'an setelah
Rasulullah SAW :
*Ali bin Abi Tholib*

28. Orang yang pertama membangun menara di Masjidil
Haram Mekah:
*Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur*

29. Orang yang pertama digelar
Al-Muqry :
*Mus'ab bin Umair*

30. Orang yang pertama masuk
 ke dalam syurga :
*Nabi Muhammad SAW*.             

Jumat, 24 November 2017

Berkah Berbuat Baik pada Janda dan Anak Yatim

Renungkanlah keutamaan dan berkah berbuat baik pada Janda dan Anak Yatim dalam cerita berikut ini. Sesungguhnya yang sering orang anggap hina di mata manusia, amat dimuliakan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Bukalah hati. ulurkan tangan. membagi rezeki kita pada mereka tidak akan membuat kita jatuh miskin atau usaha kita bangkrut, bahkan sebaliknya. Berderet berkah telah menanti, beban kita diangkat oleh Allah, kesulitan kita dimudahkan, hati tentram,keluarga sakinah dan rezeki menjadi barokah. Buktikanlah!

Ada seorang janda yang masih keturunan Alawi bersama beberapa anak perempuannya. Setelah suaminya meninggal, keadaannya jatuh miskin. Suatu hari ia membawa anak-anaknya pergi untuk mengungsi karena khawatir mendapat perlakuan tidak baik dari musuh. Ia memasukkan anak-anaknya ke dalam masjid yang kosong, karena cuaca begitu dingin saat itu. Melihat anak-anaknya yang kelaparan maka ia keluar masjid untuk mencari makanan..

Di jalan ia bertemu dengan seorang Muslim yang merupakan Syaikh di daerah tsb, kemudian ia menceritakan keadaan dirinya, bahwa ia adalah keturunan Alawi yang membutuhkan makanan. Akan tetapi syaikh Muslim tsb mengatakan:”Kemukan bukti dan saksi bahwa engkau wanita keturunan Alawi.” Lalu wanita ini menjawab:”saya seorang yang merantau,dan belum ada seorangpun yang mengenal saya.” Apa yang terjadi? Syaikh Muslim itu berpaling dan meninggalkan wanita tsb karena wanita ini tidak dapat memberikan bukti dan saksi. Janda ini amat bersedih atas perlakuan syaikh Muslim itu.

Di tengah perjalanan berikutnya wanita ini bertemu dengan orang Majusi,dan ia menceritakan keadaannya seperti ia menceritakan kepada Syaikh Muslim tadi. Ternyata orang Majusi ini menyuruh istrinya untuk menjemput anak-anak janda dan dibawa ke rumahnya untuk tinggal dan diberikan pakaian beserta makanan yang cukup.

Ketika waktu masuk tengah malam, syaikh Muslim bermimpi seolah kiamat telah terjadi. Dalam mimpinya ia melihat gedung yang begitu indah,dengan rangkaian berlian dan yakut. Ia bertanya pada Rasulullah SAW:”untuk siapakah gedung ini?” kemudian Rasul SAW bersabda:”untuk orang muslim yang bertauhid.” Lalu syaikh ini menjawab:”saya muslimyang bertauhid.” Rasul SAW berkata:”Kemukakan bukti dan saksi bahwa engkau muslim yang tauhid.” Syaikh ini kebingungan. Lantas Rasul SAW bersabda:”Ketika engkau didatangi seorang janda Alawi, engkau meminta bukti dan saksi, sekarang engkau buktikan bahwa engkau seorang Muslim!” Syaikh ini terbangun dari mimpinya dan ia sangat sedih karena telah menyianyiakan janda Alawi tsb.

Keesokan harinya Syaikh ini berkeliling mencari wanita Alawi, sampai akhirnya dia mendapat berita bahwa wanita Alawi tsb tinggal di rumah seorang Majusi. Maka didatanginya orang Majusi tsb dan serta merta ia meminta agar orang Majusi tsb menyerahkan janda Alawi padanya. “Aku bayar seribu dinnar, dengan syarat serahkan janda Alawi tsb dan anak-anaknya.” Tapi orang Majusi itu berkata:”Aku tidak akan menyerahkan janda itu beserta anak-anaknya. Karena aku telah mendapat berkah dari mereka. Semalam akupun bermimpi melihat gedung yang sama dengan yang kau lihat dalam mimpimu. Kemudian Rasul SAW bersabda:”Gedung nan indah beserta isinya tsb untukmu dan keluargamu karena kau telah menerima Janda sekaligus anak-anak yatim tsb. Engkau dan orang yang ada di rumahmu termasuk ahli surga. Karena sejak awal engkau telah menjadi orang yang beriman.”

Majusi itu berkata:”Gedung yang kau lihat itu dibangun untukku. Janda itu telah menunjukkanku pada Islam. Demi Allah, tidaklah aku tertidur tadi malam, melainkan aku dan keluargaku telah masuk Islam diatas tangan perempuan yang mulia ini.” Syaikh ini berpaling sambil membawa rasa kecewa yang ukurannya tidak diketahui kecuali oleh Allah SWT.